Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja, DPPTK Ngawi Gandeng PT Sintec Gelar Pemagangan Menjahit Upper Sepatu
NGAWI, ramahpublik.com– Sinergi antara pemerintah daerah dan dunia industri terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam rangka meningkatkan kompetensi sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat. Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pemagangan Kerja Menjahit Upper Sepatu di PT Sintec Industri Indonesia.
Pembukaan program pemagangan berlangsung Rabu (5/8/2026) dan dibuka Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, S.T., M.H. Kegiatan dihadiri Kepala DPPTK Ngawi Kusumawati Nilam, S.Si., M.T., Kepala Bidang Ketenagakerjaan DPPTK Ngawi Supriadi, S.H., General Manager PT Sintec Industri Indonesia beserta jajaran manajemen, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Ngawi, Kabag Perekonomian, BPJS Ketenagakerjaan Ngawi Setyoningsih (Nuning), Bank Jatim, serta instruktur dari LPK Sinergi Bisnis Abadi.
Pelaksanaan pemagangan di perusahaan industri tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan pengalaman secara langsung mengenai proses dan budaya kerja di lingkungan perusahaan. Peserta tidak hanya dituntut menguasai keterampilan menjahit upper sepatu, tetapi juga dibentuk agar mampu bekerja secara disiplin, teliti dan bertanggung jawab.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dalam arahannya meminta peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan. Menurutnya, pemagangan merupakan sarana penting untuk mempersiapkan calon tenaga kerja agar lebih siap menghadapi persaingan dunia kerja.
Peserta diharapkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara serius, mulai dari pembekalan hingga praktik di lingkungan perusahaan. Pengalaman yang diperoleh selama pemagangan nantinya dapat menjadi modal ketika peserta mencari pekerjaan maupun mengembangkan keterampilan secara mandiri.
Pemagangan, lanjutnya, memiliki peran strategis karena mempertemukan proses pembelajaran dengan kebutuhan nyata dunia industri. Peserta dapat melihat secara langsung bagaimana standar pekerjaan diterapkan serta bagaimana seorang pekerja harus menjaga kualitas, ketepatan waktu dan tanggung jawab terhadap tugas.
Selain kemampuan teknis, karakter pekerja juga menjadi perhatian dalam program tersebut.
Dunia kerja membutuhkan individu yang mampu bekerja sama, disiplin, mempunyai etos kerja dan mampu menjalankan tanggung jawab dengan baik.
Karena itu, selama mengikuti pemagangan peserta diharapkan tidak hanya mengejar sertifikat atau menyelesaikan jam pelatihan. Lebih dari itu, peserta harus menjadikan setiap proses sebagai pengalaman untuk membangun kemampuan dan sikap profesional.
Kepala DPPTK Ngawi Kusumawati Nilam bersama Kabid Ketenagakerjaan Supriadi ,SH terus mendorong penguatan program ketenagakerjaan yang mempunyai keterkaitan langsung dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Pelatihan berbasis kebutuhan industri diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja yang lebih siap dan mempunyai kompetensi sesuai bidang pekerjaan.
PT Sintec Industri Indonesia menjadi salah satu mitra penting dalam pelaksanaan kegiatan karena memberikan ruang kepada peserta untuk mengenal dunia industri secara langsung. Kehadiran instruktur dari LPK Sinergi Bisnis Abadi juga mendukung proses pembelajaran agar materi yang diberikan dapat diterima peserta dengan baik.
Sementara itu Kepala BPJS Ketenagakerjaan Ngawi Setyoningsih (Nuning),menegaskan keterlibatan BPJS Ketenagakerjaan dan Bank Jatim menunjukkan bahwa pengembangan tenaga kerja membutuhkan dukungan lintas sektor. Sinergi berbagai pihak tersebut diharapkan mampu memperkuat program pemerintah dalam menciptakan tenaga kerja yang produktif dan berdaya saing.
Pelatihan pemagangan menjahit upper sepatu tersebut berlangsung selama 20 hari atau 160 jam pelatihan, terhitung mulai 4 Agustus sampai 3 September 2026.
Selama masa pemagangan, peserta akan mendapatkan pengalaman mengenai pekerjaan menjahit upper sepatu sekaligus beradaptasi dengan suasana kerja di perusahaan. Pembelajaran langsung di lingkungan industri menjadi keunggulan karena peserta dapat memahami standar dan tuntutan pekerjaan secara lebih konkret.
Program ini juga diharapkan menjadi salah satu solusi untuk memperkuat keterhubungan antara pencari kerja dengan kebutuhan tenaga kerja perusahaan. Dengan adanya pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, peserta memiliki bekal yang lebih relevan ketika memasuki pasar kerja.
Pemkab Ngawi berharap para peserta setelah menyelesaikan pemagangan mampu mengembangkan keterampilan yang diperoleh dan menerapkannya secara konsisten. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal untuk memperoleh pekerjaan, meningkatkan produktivitas, serta mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga.
Pemerintah daerah juga mendorong agar pola kerja sama serupa terus dikembangkan di berbagai bidang. Dengan memperluas kemitraan antara pemerintah, lembaga pelatihan dan dunia industri, semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh akses peningkatan keterampilan dan pengalaman kerja.
Melalui program tersebut, Pemkab Ngawi menegaskan bahwa pembangunan ketenagakerjaan bukan hanya mengenai penyerapan tenaga kerja, tetapi juga bagaimana menciptakan tenaga kerja yang memiliki kompetensi, karakter profesional dan mampu memenuhi kebutuhan industri.
Dengan bekal keterampilan teknis, pengalaman langsung, kedisiplinan serta etos kerja yang dibangun selama pemagangan, para peserta diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang produktif dan siap mengambil peluang di dunia kerja.(Kurnia/Adv)



