
Ngawi, Ramahpublik.com-Sebanyak 200 unit becak listrik resmi disalurkan kepada masyarakat Kabupaten Ngawi sebagai bagian dari program bantuan Presiden Republik Indonesia melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Ngawi di Pendopo Widya Graha pada Rabu (11/03/2026).
Program ini bertujuan untuk membantu para pengemudi becak agar memiliki sarana transportasi yang lebih modern, efisien, serta ramah lingkungan. Becak listrik dinilai dapat menjadi solusi yang lebih aman dibandingkan penggunaan becak motor yang selama ini beroperasi di sejumlah daerah.
Direktur Kelembagaan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Nuryana, menjelaskan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para pengemudi becak sekaligus meningkatkan kenyamanan dalam bekerja.
Ia menuturkan bahwa bentor atau becak motor sebenarnya memiliki kendala dari sisi regulasi transportasi. Berdasarkan ketentuan dari Kementerian Perhubungan, kendaraan tersebut tidak direkomendasikan karena kecepatan operasionalnya sulit diukur secara pasti.
“Becak listrik menjadi alternatif yang lebih baik karena kecepatannya dapat diukur dan dikendalikan. Selain itu juga lebih nyaman digunakan, tidak menimbulkan polusi, dan lebih aman bagi pengemudi maupun penumpang,” ungkap Nuryana.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan mendukung penuh pemanfaatan becak listrik agar dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat penerima bantuan.
Ia mengatakan, Pemkab Ngawi akan menyiapkan fasilitas penunjang berupa lokasi pengisian baterai gratis yang dapat digunakan oleh para pengemudi becak listrik di beberapa titik wilayah.
“Kami ingin memastikan keberlanjutan dari program ini. Salah satu langkah yang akan kami lakukan adalah memfasilitasi tempat pengisian baterai becak listrik secara gratis di beberapa lokasi yang nantinya akan kami tentukan,” ujarnya.
Selain itu, Ony juga mengingatkan para penerima bantuan agar memanfaatkan becak listrik tersebut sebagai sarana kerja dan tidak memperjualbelikannya kepada pihak lain. Hal ini penting agar tujuan program bantuan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Pada tahap awal, Kabupaten Ngawi menerima sebanyak 200 unit becak listrik yang langsung disalurkan kepada para pengemudi becak. Pemerintah daerah juga membuka kemungkinan untuk mengajukan tambahan bantuan jika masih terdapat pengemudi becak yang belum mendapatkan fasilitas tersebut.
“Jika masih ada pengemudi becak yang belum mendapatkan bantuan, kami akan mengusulkan kembali penambahan sekitar 100 sampai 300 unit becak listrik pada tahap berikutnya,” jelas Ony.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap becak listrik dapat menjadi modal kerja bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan. Di sisi lain, program ini juga menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi transportasi tradisional agar lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan di masa depan.(Kurnia)






