Merawat Kebinekaan, Kapolres dan Forkopimda Ngawi Dorong Seluruh Elemen Masyarakat Jaga Kerukunan dan Kondusivitas
NGAWI , ramahpublik.com– Upaya merawat kebinekaan dan memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika menjadi perhatian dalam dialog keagamaan yang digelar di Kabupaten Ngawi, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk memperkuat toleransi, persatuan, serta peran masyarakat dalam menjaga suasana Kabupaten Ngawi agar tetap aman, damai dan kondusif.
Kegiatan tersebut diikuti berbagai unsur yang memiliki peran strategis dalam menjaga ketenteraman masyarakat. Wakil Bupati Ngawi Dr. Dwi Rianto Jatmiko, M.H., M.Si., Ketua DPRD Dr. H. Yuwono Kartiko, S.E., M.M., Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si.,Kasdim 0805/Ngawi Mayor Caj Shindu Nuryanto,Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Ngawi Drs. Mahmud Rosadi.Kepala Bakesbangpol Ngawi Wahyu Sri Kuncoro, A.P., serta Ketua Umum MUI Kabupaten Ngawi Prof. Dr. KH. A. Halil Thahir, M.HI.Ketua MKKS SMP Negeri Kabupaten Ngawi Purwanto ,SPd turut memberikan perhatian terhadap pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Dihadiri juga Dindik, Kemenag , Dewan PKB, FKUB, FBK tokoh Agama, Pencak Silat, dan Wartawan juga media Sosial
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si Dalam forum tersebut, kebinekaan dipandang sebagai kekuatan yang harus dirawat secara berkelanjutan
Dalam dialog tersebut juga ditekankan bahwa keberagaman suku, etnik, budaya, agama dan latar belakang masyarakat merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama. Semangat persatuan tidak cukup hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati dan memberikan ruang yang proporsional kepada seluruh masyarakat.
Pembahasan mengenai kebinekaan juga dikaitkan dengan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Berbagai kelompok masyarakat dari Aceh, Sulawesi, Maluku, Ngawi hingga lingkungan kerajaan dan kesultanan memiliki bagian dalam perjalanan bangsa.
Keanekaragaman tersebut menunjukkan bahwa Indonesia dibangun melalui pengorbanan dan kontribusi banyak unsur masyarakat.
Wabup Dr.Dwi Rianto Jatmiko,MH,Msi menekankan pentingnya seluruh elemen masyarakat mengambil peran sesuai bidang masing-masing.
Keluarga, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, tokoh agama dan pemerintah memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga generasi muda agar tumbuh dalam suasana yang penuh toleransi.
Kondisi Ngawi yang relatif kondusif, termasuk minimnya kriminalitas, perlu terus dipertahankan.
Setiap individu diharapkan mampu memperbaiki perannya masing-masing sehingga tercipta energi positif yang dapat dirasakan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kasdim 0805/Ngawi Mayor Caj Shindu Nuryanto juga menyampaikan pentingnya menjaga kebinekaan sebagai bagian dari upaya mempertahankan keamanan dan ketertiban wilayah. Menurutnya, kondisi masyarakat yang harmonis harus terus dirawat melalui kepedulian bersama dan kepekaan terhadap berbagai persoalan yang muncul.
Sementara itu, dalam perspektif keagamaan, dialog juga menyoroti pentingnya nilai al-insaniah, yakni mengedepankan aspek kemanusiaan dan martabat manusia.
Nilai tersebut menjadi pijakan dalam melihat berbagai persoalan dengan mempertimbangkan kebenaran universal sekaligus memberikan perhatian terhadap kelompok minoritas.
Masyarakat juga didorong untuk memberikan hak secara proporsional kepada setiap warga. Kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat menjadi penting agar persoalan yang muncul dapat diselesaikan secara adil, baik yang berkaitan dengan kebutuhan primer, sekunder maupun tersier.
Dialog tersebut diharapkan semakin memperkuat kesadaran bahwa menjaga kebinekaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan. Seluruh warga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, saling menghormati dan terbebas dari konflik.
Dengan kebersamaan antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dunia pendidikan, keluarga dan organisasi masyarakat, Kabupaten Ngawi diharapkan tetap menjadi daerah yang aman, nyaman dan kondusif. Semangat Bhinneka Tunggal Ika pun dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.(Kurnia)


