
MAGETAN , ramahpublik.com– Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan pentingnya percepatan implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan tersebut disampaikan saat rapat koordinasi penyelenggaraan MBG Provinsi Jawa Timur yang digelar di Ruang Hayam Wuruk, Gedung Setdaprov Jawa Timur, Kamis (19/02).
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu prioritas nasional yang melibatkan 17 kementerian/lembaga dalam Tim Koordinasi MBG dengan Badan Gizi Nasional sebagai pengelola utama. Dalam paparannya, Menko Pangan menyebutkan bahwa capaian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur menunjukkan progres signifikan. Sebanyak 50,6 persen SPPG telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), melampaui rata-rata nasional.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah, termasuk jajaran kementerian terkait, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Forkopimda, Sekdaprov Jawa Timur, anggota DPR RI, serta para bupati dan wali kota se-Jawa Timur bersama Ketua Satgas MBG masing-masing daerah.
Bupati Magetan, Nanik Sumantri, hadir langsung dalam forum tersebut didampingi Sekretaris Daerah Magetan, Welly Kristanto selaku Ketua Satgas MBG Kabupaten Magetan. Kehadiran ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Magetan dalam menyukseskan program nasional tersebut.
Pembahasan utama rapat mencakup percepatan penerapan Perpres 115/2025, akselerasi penerbitan SLHS, serta penguatan sinergi lintas sektor. Dukungan dari berbagai kementerian turut disampaikan, mulai dari peran Kementerian Dalam Negeri dalam penguatan fungsi satgas daerah, Kementerian Kesehatan dalam monitoring pemenuhan gizi dan percepatan SLHS, hingga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mendukung peningkatan motivasi belajar peserta didik penerima manfaat MBG.
Di tingkat daerah, Magetan menyatakan kesiapan penuh. Saat ini, sebanyak 53 SPPG telah beroperasi dengan jumlah penerima manfaat sekitar 114.605 anak dan masyarakat. Capaian tersebut menjadi modal penting dalam mendukung keberlanjutan program.
Sebagai langkah mitigasi potensi kendala di lapangan, Satgas MBG Magetan secara rutin melakukan monitoring serta menggelar rapat koordinasi dengan yayasan dan mitra SPPG, para pemasok, kelompok tani dan peternak, Rice Milling Unit (RMU), serta BUMDes yang berpotensi mendukung rantai pasok program.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan penguatan tata kelola sesuai regulasi terbaru, Magetan optimistis pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan efektif, akuntabel, dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat.(kurnia)
