IKMA Dorong Sinergi Diaspora, Magetan Angkat Sejarah dan Kreativitas di Panggung TMII

Jakarta, ramahpublik.com-Semangat kolaborasi dan kecintaan terhadap daerah asal mewarnai Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) Magetan yang digelar di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah, Sabtu malam (17/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus promosi potensi daerah yang melibatkan berbagai elemen, termasuk Ikatan Keluarga Magetan (IKMA).

Ketua IKMA, Yoos Suryono Hadi, menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya memiliki peran strategis dalam membangun jejaring dan memperkuat kontribusi diaspora Magetan bagi pembangunan daerah. Ia mengajak seluruh anggota IKMA untuk menjadikan momentum ini sebagai ajang konsolidasi dan kolaborasi.

Selain aspek budaya, perhatian besar juga diberikan pada sektor ekonomi kerakyatan. IKMA mendorong pelaku UMKM Magetan agar terus berinovasi, meningkatkan kualitas, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar.

Bupati Magetan, Nanik Sumantri, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas. Ia berharap promosi yang dilakukan mampu meningkatkan kunjungan wisata serta menarik investasi ke Magetan.

Rangkaian acara menampilkan beragam kesenian tradisional, mulai dari tari “Puspita Lawu”, penampilan musik daerah oleh Savana D’Academy, hingga peragaan batik khas Magetan. Penampilan penyanyi yang membawakan lagu-lagu bernuansa campursari turut menghidupkan suasana.

Sebagai penutup, drama tari kolaboratif bertajuk “Gembring Baring Kawedar Ing Bumi Mageti” menjadi sorotan utama. Pertunjukan ini mengangkat perjuangan Raden Ronggo Prawirodirjo III, tokoh sejarah yang dikenal dengan semangat perlawanan terhadap kolonialisme, sekaligus menjadi simbol keberanian dan harga diri masyarakat Magetan.

Melalui kegiatan ini, Magetan tidak hanya menampilkan kekayaan budaya, tetapi juga memperkuat identitas serta membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif di tingkat nasional.(Kurnia)