.
Bappeda Ngawi Bekali ASN Teknik Penulisan Karya Ilmiah dan Policy Brief Berbasis Data untuk Dukung Kebijakan Daerah
NGAWI – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ngawi menggelar pelatihan penulisan karya tulis ilmiah dan penyusunan policy brief bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngawi. Kegiatan yang berlangsung di Hoky Ngawi, Kamis (25/6/2026) pukul 08.00 WIB tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas ASN dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, berbasis data, dan mampu menjadi rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bappeda Kabupaten Ngawi, Indah Kusumawardhani, S.Pt., M.Si., didampingi Sekretaris Bappeda Agus Sutopo, M.Si., serta Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Nurul Hasana Sofyanthi Awuy, S.Pi., M.Ps., M.Eng. Pelatihan menghadirkan narasumber yang memberikan praktik langsung penyusunan karya ilmiah dan policy brief.
Dalam arahannya, Kepala Bappeda menegaskan bahwa setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah yang fokus pada persoalan nyata di bidang tugasnya masing-masing. Hasil penelitian tersebut diharapkan tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Kabid Litbang Nurul Hasana Sofyanthi Awuy menjelaskan bahwa penulisan karya ilmiah harus diawali dengan menentukan fokus isu yang spesifik, bukan persoalan yang terlalu umum. Tema yang dipilih harus berangkat dari kebutuhan pembangunan daerah, seperti percepatan penanganan stunting, penguatan UMKM sebagai penopang ekonomi daerah, peningkatan kualitas sektor pertanian, peternakan, kesehatan, maupun transformasi layanan pemerintahan berbasis digital.
Menurutnya, setiap karya ilmiah harus disusun berdasarkan data primer yang dapat dipertanggungjawabkan serta diperkuat data sekunder dari hasil penelitian, regulasi, maupun dokumen resmi pemerintah. Penulis juga diminta menghindari penggunaan opini tanpa dasar fakta dan tidak mengambil referensi dari sumber yang tidak dapat divalidasi seperti media sosial atau video daring.
Peserta memperoleh materi mengenai teknik menentukan isu strategis, merumuskan masalah, mengumpulkan bukti empiris, menganalisis penyebab utama, hingga menyusun rekomendasi kebijakan yang realistis. Penyusunan rekomendasi diarahkan agar mudah diterapkan pemerintah dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, kemampuan anggaran, serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Selain itu, narasumber juga menjelaskan pentingnya penggunaan metode penelitian kualitatif maupun komparatif, penerapan prinsip 5W+1H dalam menguraikan masalah, serta penggunaan bahasa ilmiah yang sederhana, lugas, dan persuasif. Judul karya ilmiah juga diharapkan menarik, singkat, dan menggambarkan secara jelas hubungan antara permasalahan dengan solusi yang ditawarkan.
Dalam penyusunan policy brief, peserta diarahkan menyusun dokumen secara sistematis, mulai dari identifikasi isu, perumusan masalah, penyajian data dan fakta empiris, analisis penyebab, hingga tiga alternatif rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi pertimbangan pimpinan dalam mengambil keputusan. Dokumen tersebut disarankan memiliki panjang empat hingga delapan halaman dengan penyajian visual berupa tabel, grafik, maupun infografis agar lebih mudah dipahami.
Contoh isu yang diangkat antara lain peningkatan akses permodalan bagi pelaku UMKM, penguatan edukasi petani dalam penerapan teknologi pertanian modern, pendampingan peternak melalui pelatihan pakan organik, hingga pengembangan layanan pemerintahan berbasis digital. Seluruh rekomendasi diarahkan agar memiliki ukuran keberhasilan yang jelas dan dapat diimplementasikan oleh pemerintah daerah.
Melalui pelatihan ini, Bappeda Kabupaten Ngawi berharap budaya menulis dan melakukan kajian ilmiah semakin berkembang di lingkungan ASN. Karya ilmiah yang dihasilkan diharapkan mampu memperkaya jurnal ilmiah Bappeda, mendukung pengembangan inovasi daerah, sekaligus menjadi landasan penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih efektif, terukur, dan berbasis bukti demi mewujudkan pembangunan Kabupaten Ngawi yang semakin maju dan berkelanjutan.(Kurnia/Adv)
