AJN Ngawi Rayakan HPN ke-80 di Museum Trinil, Perkuat Edukasi Sejarah dan Bantuan Pendidikan

AJN Ngawi Rayakan HPN ke-80 di Museum Trinil, Perkuat Edukasi Sejarah dan Bantuan Pendidikan

Ngawi, Ramah publik.com-Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 di Kabupaten Ngawi berlangsung berbeda dari biasanya. Aliansi Jurnalis Ngawi (AJN) memilih Pendopo Museum Trinil di Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar sebagai lokasi kegiatan, Jumat (13/2/2026).

Pemilihan tempat ini bertujuan mengingatkan kembali pentingnya sejarah pendidikan tentang Pithecanthropus erectus atau manusia purba yang menjadi bagian dari identitas Ngawi.

Acara Dihadiri Perwakilan Bupati dan Wakil Bupati Ngawi Oleh Kepala Diskominfo Ngawi Drs Mahmud Rosadi, Kabid IKP Yoyok Sulistyanto, Camat Kedunggalar Dr.Ershad Ragandi,SIP,MSi , Kepala Desa Kawu Ali Imron, bersama Babinsa dan Kepala SMAN 1 Kedunggalar Bapak Andria,SPd, juga perwakilan Siswa SMAN 1 Kedunggalar.

 

Rangkaian acara dimulai dengan doa pembuka dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan Ketua AJN, Suparlan, SH. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa insan pers memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengedukasi masyarakat, termasuk mengenalkan situs bersejarah di daerah sendiri.

“Museum Trinil harus semakin ramai dikunjungi. Kita ingin siswa-siswi mengenal sejarah manusia purba yang ditemukan di Ngawi. Ini kebanggaan daerah yang harus terus disosialisasikan,” tegasnya.

Kepala Dinas Kominfo Ngawi, Drs. Mahmud Rosadi, didampingi Kabid IKP Yoyok Sulistyanto dalam sambutannya menyoroti pentingnya peran pers dalam membangun literasi informasi menuju Generasi Emas 2045. Ia mengajak seluruh insan pers untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memberikan edukasi, termasuk melalui kegiatan sosial seperti pemberian bantuan pendidikan kepada siswa SMAN 1 Kedunggalar.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi, Bapak Kabul Tunggul Winarno, SIP, menyampaikan bahwa pembelajaran sejarah tidak cukup hanya di ruang kelas. Ia mendorong sekolah-sekolah agar menjadikan Museum Trinil sebagai destinasi edukasi rutin bagi pelajar SD, SMP, dan SMA. Dengan demikian, siswa dapat memahami sejarah secara langsung dan kontekstual.

Bantuan pendidikan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua AJN bersama Kepala Dinas Pendidikan kepada pihak sekolah, disaksikan unsur Forkopimcam Kedunggalar dan pemerintah desa setempat. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan generasi muda Ngawi.

Suasana peringatan HPN semakin meriah dengan hiburan musik electone, dilanjutkan prosesi potong tumpeng dan makan bersama lesehan. Kebersamaan yang terjalin di lingkungan Museum Trinil menjadi simbol kuat bahwa pers, pemerintah, dan masyarakat dapat bersinergi menjaga sejarah, meningkatkan pendidikan, serta mengembangkan potensi wisata lokal bernuansa jadoel yang menjadi daya tarik tersendiri bagi Kabupaten Ngawi.

HPN ke-80 di Ngawi pun tidak sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat peran pers sebagai penggerak edukasi dan pelestari sejarah daerah.(kurnia)