Wayangan Semalam Suntuk Meriahkan HUT Golkar ke-61: Mashudi Resmi Nahkodai Golkar Madiun

Wayangan Semalam Suntuk Meriahkan HUT Golkar ke-61: Mashudi Resmi Nahkodai Golkar Madiun

MADIUN, ramahpublik. Com Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar ke-61 di Kabupaten Madiun berlangsung istimewa dengan pagelaran wayang kulit yang mengambil lakon Bima Kolojoyo dengan Dalang Kang Ko dari Karanganyar dihibur oleh komet dari Bojonegoro.

Acara yang dihadiri ribuan warga ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi Partai Golkar Madiun di bawah kepemimpinan baru Mashudi, yang menggantikan MuJono sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Madiun.Sabtu (22/11/2025)

Mujono, yang menjabat Ketua DPD Golkar Madiun periode 2020–2025, kini menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Bidang Perkebunan dan Kehutanan. Pada kesempatan ini ia tetap hadir dan memberikan sambutan untuk menguatkan semangat kader.

“Wayangan malam ini adalah simbol pengharapan. Semoga pemilu ke depan lebih cerah dan membawa kemenangan bagi Golkar,” ujar Mujono disambut tepuk tangan hadirin.

Drs. MASHUDI, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Madiun Dapil 5

Mashudi: Legislator, Ketua Fraksi, dan Pemimpin Golkar Madiun

Sebagai Ketua DPD Golkar yang baru, Mashudi bukan sosok asing di dunia politik lokal. Selain menjabat Ketua DPD Golkar Kabupaten Madiun, ia juga merupakan Ketua Fraksi Golkar Nurani Rakyat DPRD Kabupaten Madiun periode 2024–2029 dari Dapil Madiun 5 (Madiun–Jiwan–Sawahan).

Dalam sambutannya, Mashudi menegaskan pentingnya Golkar menjadi partai yang dekat dengan masyarakat dan mampu menampung aspirasi secara konkret.

> “Dalang memberi kita pitutur: jadilah pemimpin yang menyatu dengan rakyat. Golkar Madiun akan memperkuat rumah aspirasi dan advokasi bagi seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Kepemimpinan Mashudi sebelumnya ditetapkan melalui Musda XI DPD Partai Golkar Kabupaten Madiun, yang dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati Purnomo Hadi, pimpinan partai politik, kader Golkar berbagai tingkatan, dan sejumlah tamu undangan lainnya. Musda tersebut menandai fase konsolidasi penting bagi Golkar Madiun menuju pemilu mendatang.

Lakon Bima Kolojoyo Sebagai Pesan Moral Politik

Pagelaran wayang kulit dibawakan oleh dalang kondang Narto (Kang Ko) dari Karanganyar yang dikenal piawai menyampaikan pesan moral dalam setiap pertunjukannya. Lakon Bima Kolojoyo dipilih karena mengandung ajaran tentang keberanian, integritas, dan keteguhan prinsip—nilai yang relevan dalam perjalanan politik dan demokrasi.

Suasana semakin meriah dengan iringan gamelan dari Bojonegoro serta sorak penonton yang tak beranjak hingga dini hari.

Tokoh Politik hingga Unsur Forkopimda Hadir

Acara turut dihadiri pimpinan parpol seperti Gerindra, Hanura, PKS, PKB, serta unsur Forkopimda, Kapolsek, Danramil, Camat, dan Kesbangpol. Kehadiran mereka menunjukkan hubungan harmonis antarpemangku kepentingan di Kabupaten Madiun.

Bupati Madiun Hari Wuryanto dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada pengurus Golkar yang baru.

> “Saya berharap Golkar terus menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas politik dan kemajuan pembangunan di Kabupaten Madiun,” ujar Bupati.

Seni Tradisi sebagai Penguat Identitas Politik

Pagelaran wayang dilengkapi atraksi pencak silat dari IPSI Sanggar Abyaksa Kebonsari yang dipimpin Heri. Penampilan tersebut menambah kekhidmatan sekaligus memperkuat nilai budaya dalam perayaan Golkar tahun ini.

Dengan tema “Dengan Semangat Gotong Royong, Kita Wujudkan Kabupaten Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera”, perayaan HUT Golkar ke-61 ini menegaskan komitmen Golkar untuk terus hadir sebagai suara rakyat sekaligus penggerak pembangunan di Madiun.(Kurnia/Adv)