Press Release Akhir Tahun Polres Madiun Kota Ungkap Lonjakan Pengungkapan Narkotika dan Evaluasi Keselamatan Lalu Lintas

Press Release Akhir Tahun Polres Madiun Kota Ungkap Lonjakan Pengungkapan Narkotika dan Evaluasi Keselamatan Lalu Lintas

Madiun Kota, ramah publik.com– Polres Madiun Kota menggelar Press Release Akhir Tahun 2025 sebagai momentum evaluasi kinerja satu tahun terakhir. Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, S.H., didampingi Kasi Humas IPTU Ubaidillah, dan dihadiri awak media.

Dalam paparannya, Kapolres menjelaskan bahwa pengungkapan kasus narkotika dan obat-obatan berbahaya menjadi salah satu fokus utama Polres Madiun Kota sepanjang tahun 2025. Meskipun jumlah ungkap kasus Satreskrim tercatat 45 kasus dengan 65 tersangka, kualitas dan dampak pengungkapan dinilai meningkat signifikan.

Hal ini terlihat dari jumlah barang bukti narkotika yang berhasil diamankan. Barang bukti ganja meningkat hampir 1.000 persen menjadi 1.022,94 gram, sabu meningkat lebih dari 243 persen menjadi 1.397,38 gram, serta ekstasi melonjak hingga 884 persen menjadi 246 butir. Selain itu, polisi juga mengamankan 24.704 butir obat keras berbahaya dan kosmetik ilegal, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

“Peningkatan barang bukti ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius, namun juga membuktikan keseriusan kami dalam melakukan penindakan,” tegas Kapolres.

Di bidang lalu lintas, Polres Madiun Kota mencatat 370 kejadian kecelakaan lalu lintas pada tahun 2025, naik tipis dibandingkan tahun 2024. Korban meninggal dunia tercatat 36 orang, sementara korban luka berat sebanyak 4 orang, dan korban luka ringan sebanyak 458 orang. Meski demikian, nilai kerugian materiil berhasil ditekan dari Rp362,8 juta menjadi Rp311,65 juta, atau turun sekitar 14,1 persen.

Upaya penurunan dampak kecelakaan dilakukan melalui berbagai kegiatan preventif, antara lain pengaturan lalu lintas, patroli, serta penindakan pelanggaran. Data menunjukkan jumlah pelanggaran lalu lintas menurun dari 22.697 menjadi 21.125 pelanggaran, atau turun 7 persen. Penurunan juga terjadi pada jumlah tilang dan teguran, yang mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Berdasarkan data usia korban kecelakaan, kelompok usia 16 hingga 30 tahun masih mendominasi. Oleh karena itu, Satlantas Polres Madiun Kota terus mengintensifkan edukasi keselamatan berlalu lintas melalui kegiatan sosialisasi ke sekolah, kampus, dan komunitas pemuda.

Kapolres berharap melalui evaluasi akhir tahun ini, kinerja Polres Madiun Kota pada tahun 2026 dapat semakin ditingkatkan, dengan mengedepankan pelayanan humanis, profesionalisme, dan sinergi bersama masyarakat.(kurnia)