
Magetan, ramahpublik.Com– Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Sosial menyelenggarakan peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang dipusatkan di Alun-Alun Magetan, Sabtu (28/12) pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen daerah dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.
Peringatan HDI tersebut diikuti oleh 19 yayasan dan komunitas penyandang disabilitas dari berbagai wilayah di Jawa Timur, meliputi Kabupaten Blitar, Trenggalek, Ngawi, Kota dan Kabupaten Madiun, Ponorogo, serta Magetan sebagai tuan rumah.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan, Parminto Budi Utomo, S.Sos., M.AP, hadir langsung dalam kegiatan tersebut didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Sutrisno. Kehadiran jajaran Dinas Sosial menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas.
Bupati Magetan yang berhalangan hadir diwakili oleh Sekretaris Daerah, Welly Kristanto. Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang melibatkan lintas komunitas dan daerah sebagai bentuk penguatan solidaritas sosial.
Kepala Dinas Sosial Magetan, Parminto Budi Utomo, menyampaikan bahwa Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap 3 Desember merupakan momentum strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya inklusi sosial.
Ia menegaskan bahwa penyandang disabilitas tidak dapat dipandang sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari sumber daya manusia yang memiliki potensi, kemampuan, dan hak yang setara dalam pembangunan.
Berdasarkan data Dinas Sosial Kabupaten Magetan, jumlah penyandang disabilitas tercatat sebanyak 42.432 jiwa, dengan sebaran terbanyak berada di Kecamatan Parang. Data tersebut menjadi dasar dalam perencanaan program perlindungan dan pemberdayaan yang berkelanjutan.
Peringatan HDI ini difasilitasi sebagai ruang ekspresi bagi penyandang disabilitas untuk berkreasi, berinteraksi, serta menunjukkan kemampuan mereka di hadapan masyarakat luas.
Rangkaian kegiatan diisi dengan berbagai penampilan seni, olahraga disabilitas, pelepasan burung merpati, serta hiburan rakyat yang melibatkan komunitas-komunitas disabilitas.
Panitia juga menyiapkan berbagai hadiah hiburan dan doorprize, termasuk hadiah elektronik yang menambah semarak dan antusiasme peserta selama acara berlangsung.
Hadiah utama berupa undian kambing diserahkan kepada komunitas Krida Madiun sebagai simbol dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi dan kemandirian penyandang disabilitas.
Selain menjadi ajang peringatan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana silaturahmi antar komunitas disabilitas, seperti PPDI, MPCI, Pertuni, Kompak Disabilitas, Sambung Roso, dan berbagai komunitas lainnya.
Ketua komunitas disabilitas, Lina Latifa, menyampaikan bahwa inklusi sosial harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional agar tercipta masyarakat yang adil, setara, dan menghargai keberagaman.
Melalui momentum Hari Disabilitas Internasional ini, Pemerintah Kabupaten Magetan berharap dapat terus mendorong terwujudnya daerah yang inklusif, berdaya, serta memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warga tanpa terkecuali.(Kurnia)






