Pendampingan PIP Aspirasi MYZ di Desa Sukolilo Oleh Gos Dhidot98 Dirasakan Manfaatnya Oleh Siswa

Pendampingan PIP Aspirasi MYZ di Desa Sukolilo Oleh Gos Dhidot98 dirasakan Oleh Siswa di PADEPOKAN GOS Dhidot98, yg biasa di sebut PADEPOKAN KI AGENG RENDENG.

Madiun, Ramahpublik. Com-Rumah Gos Dhidot98 di Desa Sukolilo menjadi pusat kegiatan pendampingan Program Indonesia Pintar (PIP) aspirasi Partai Golkar yang disalurkan melalui anggota DPR RI Jawa Timur Dapil VIII, M. Yahya Zaini, MH. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Relawan MYZ dalam mengawal bantuan pendidikan agar tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para siswa.

Pada Senin (15/12/2025 ), para wali murid dari sejumlah sekolah di Kecamatan Jiwan diundang untuk menghadiri pertemuan di rumah Gus Dhidot98 yang beralamat di RT 07 Jalan Duku, Desa Sukolilo Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun di PADEPOKAN GOS Dhidot98, yg biasa di sebut PADEPOKAN KI AGENG RENDENG.

Gos Dhidot98 menerangkan, ” Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk memberikan penjelasan terkait mekanisme penyaluran PIP sekaligus pengumpulan dan verifikasi dokumen persyaratan.

 

Muhammad Yahya Zaini,S.H ,MH Anggota DPR-RI Fraksi Partai Golkar Dapil VIII periode 2024-2029.

Dalam kegiatan tersebut, Gos Dhidot98 meminta para wali murid menyiapkan dokumen penting berupa KTP orang tua, Kartu Keluarga, serta akta kelahiran anak. Seluruh berkas kemudian dikoordinasikan oleh relawan dan diserahkan kepada pendamping sekolah untuk proses administrasi lebih lanjut agar tidak terjadi kesalahan data.

Selain itu, Gos Dhidot98 juga memberikan penjelasan terkait tahapan pembuatan rekening Bank BRI yang akan digunakan sebagai rekening resmi pencairan dana PIP. Proses ini akan dilakukan dengan pendampingan langsung, sehingga diharapkan seluruh wali murid dapat memahami alur pencairan dan tidak mengalami kendala teknis di lapangan.

Adapun jumlah penerima manfaat Program PIP aspirasi MYZ di wilayah Kecamatan Jiwan tercatat sebanyak 97 anak, yang berasal dari berbagai satuan pendidikan. Rinciannya antara lain 19 anak dari SD Negeri Jiwan 2, 49 anak dari SD Negeri Kincang 1, 11 anak dari SD Negeri Kwangsen 2, 7 anak dari SD Negeri Sukolilo 3, 2 anak dari SLB Darma Wanita, serta 9 anak dari SMP Negeri 1 Jiwan.

Dalam sambutannya, Gus Dhidot98 menegaskan bahwa bantuan PIP merupakan hak anak dan tidak diperbolehkan digunakan untuk kebutuhan pribadi orang tua. Dana tersebut harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk keperluan pendidikan, seperti pembelian seragam sekolah, buku pelajaran, alat tulis, sepatu, tas, serta kebutuhan pendukung belajar lainnya.

Gos Dhidot98 juga mengajak seluruh orang tua dan wali murid untuk bersama-sama menjaga amanah bantuan pendidikan yang berasal dari aspirasi anggota DPR RI M. Yahya Zaini, MH, agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masa depan pendidikan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Dengan adanya pemahaman yang sama antara relawan, pendamping sekolah, dan para orang tua, diharapkan Program Indonesia Pintar (PIP) dapat berjalan tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di Desa Sukolilo dan sekitarnya.

Gos Dhidot98 bersama A. Fakhrur Rozi, SPd, MPd (Gus Rozi) selaku relawan penyalur aspirasi anggota DPR RI M. Yahya Zaini, SH, MH, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

Mereka berharap, melalui aspirasi dan perhatian yang terus diberikan, program-program bantuan pendidikan seperti PIP dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi peningkatan kualitas pendidikan serta masa depan generasi muda di daerah.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, Relawan MYZ menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mendampingi program aspirasi dewan agar berjalan tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan, demi terwujudnya pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak bangsa.

Rangkaian kegiatan pendampingan dan pengawalan Program Indonesia Pintar (PIP) aspirasi Partai Golkar yang disalurkan melalui anggota DPR RI Dapil VIII Jawa Timur, M. Yahya Zaini, SH, MH, resmi ditutup oleh para relawan di Desa Sukolilo, Kecamatan Jiwan.

Dalam penutupan kegiatan tersebut, Gos Dhidot98 bersama A. Fakhrur Rozi, SPd, MPd (Gus Rozi) menyampaikan rasa syukur serta ucapan terima kasih kepada seluruh wali murid, pendamping sekolah, dan Relawan MYZ yang telah bekerja sama dan berperan aktif sejak tahap pendataan hingga pendampingan administrasi.

Keduanya juga menyampaikan doa dan harapan agar Bapak M. Yahya Zaini, SH, MH senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalankan tugas dan amanah sebagai anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, sehingga terus dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.

Menurut mereka, keberhasilan pelaksanaan pendampingan PIP ini tidak lepas dari sinergi antara aspirasi dewan, relawan, pendamping sekolah, serta peran aktif orang tua siswa. Oleh karena itu, Relawan MYZ berkomitmen untuk terus mengawal program-program aspirasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Penutupan kegiatan ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi peningkatan akses pendidikan dan kesejahteraan siswa di wilayah Kecamatan Jiwan dan sekitarnya, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan pendidikan dari pemerintah dan aspirasi wakil rakyat.

Dua putri Ibu Nevi Anasari, yaitu Kayla Naifa Nur Zahra dan adiknya Almeera Nur Rahmadani, tercatat sebagai siswa SDN Kincang 01 yang mendapatkan bantuan PIP jalur aspirasi. Bantuan tersebut sangat dirasakan manfaatnya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, seperti perlengkapan sekolah dan penunjang kegiatan belajar.

Ibu Nevi Anasari menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut karena sangat membantu meringankan beban orang tua serta memberikan semangat bagi anak-anak untuk terus bersekolah dan meraih cita-cita.

Program PIP jalur aspirasi ini disalurkan melalui aspirasi Bapak M. Yahya Zaini, S.H., M.H., yang berkomitmen mendukung peningkatan akses dan kualitas pendidikan bagi masyarakat. Melalui program ini, diharapkan tidak ada lagi anak yang terhambat pendidikannya akibat keterbatasan ekonomi.(Kurnia)