Pasar Barat Jadi Tulang Punggung Penyedia Bahan MBG: UMKM, Petani, dan Pedagang Rasakan Dampak Ekonomi Berlipat

Pasar Barat Jadi Tulang Punggung Penyedia Bahan MBG: UMKM, Petani, dan salah satu Pedagang sayur Rasakan Dampak Ekonomi Berlipat

Magetan, ramahpublik. Com– Implementasi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan membawa angin segar bagi masyarakat Kecamatan Barat, Khususnya Pasar Tradisional Barat Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jumat (21/11/2025).

Tak hanya memenuhi kebutuhan gizi peserta didik dari tingkat TK hingga SMA, program ini juga membentuk ekosistem ekonomi yang dinamis, dengan Pasar Barat sebagai pusatnya.

Sejak pelaksanaan MBG, Pasar Barat menjadi lokasi strategis bagi para pengelola SPPG untuk memperoleh bahan makanan segar. Jumlah transaksi meningkat pesat, terutama pada pedagang sayur, daging, telur, ikan, dan bahan kebutuhan dapur lainnya.

Pedagang mengaku mampu menambah stok hingga dua kali lipat untuk memenuhi permintaan harian.

“Kalau dulu saya hanya berjualan seadanya, sekarang setiap pagi saya harus menambah stok ayam dan telur. Banyak sekolah mengambilnya langsung dari saya untuk kebutuhan menu MBG,” kata Tarmuji, pedagang ayam dan telur yang sudah berjualan selama 20 tahun di Pasar Barat.

Dari sisi petani, program ini menjadi peluang besar yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya. Permintaan yang konsisten memberikan jaminan pasar bagi hasil bumi lokal.

Petani hortikultura, khususnya sayur-mayur dan buah-buahan, merasakan kehadiran MBG sebagai stabilisator ekonomi yang mengurangi ketidakpastian penjualan.

“Sekarang kami menanam lebih banyak karena yakin hasilnya pasti laku. Program MBG ini membawa harapan besar bagi kami petani kecil,” ungkap Sumarno, petani sayur dari Desa Rejomulyo.

Selain pedagang dan petani, UMKM lokal yang memproduksi olahan pangan seperti tahu, tempe, keripik, abon, dan aneka lauk siap saji turut mendapatkan manfaat. Banyak dapur MBG yang melibatkan UMKM sebagai pemasok harian maupun mingguan. Hal ini menciptakan peluang usaha baru terutama bagi ibu rumah tangga yang sebelumnya hanya beraktivitas di rumah.

 

 

Lurah Mangge Bayu Prasetyo , S.STP., M.Si menilai program ini menjadi kebijakan yang sangat holistik. “Program MBG bukan hanya bicara soal makan gratis, tetapi bicara tentang ekonomi masyarakat, harga komoditas, dan pemberdayaan petani serta UMKM. Pasar Barat menjadi jantungnya, dan kami bersyukur masyarakat di kecamatan Barat sangat merasakan manfaat langsungnya.”tegasnya .

Lintas pihak mulai dari perangkat desa, SPPG, pedagang, petani, hingga tenaga transportasi terlibat aktif dalam rantai penyediaan MBG. Setiap aktivitas ekonomi kecil di pasar—mulai dari membeli sayur, menimbang beras, hingga transaksi dengan UMKM—ikut memperkuat ekonomi lokal yang selama ini bergantung pada sektor pertanian.

Dengan meningkatnya perputaran uang di lingkungan pasar dan desa, masyarakat berharap program MBG terus diperluas dan dipertahankan. Tak hanya mengangkat kesejahteraan ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal serta mendukung pembangunan manusia menuju Generasi Emas 2045.(Kurnia)