Operasi Patuh Semeru 2026 Resmi Digelar, Satlantas Polres Magetan Soroti Disiplin Pengendara dan Larangan Penggunaan HP Saat Berkendara

Magetan,ramahpublik.com-13 Juli 2026 — Menyambut pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Magetan siap menurunkan personel untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pengendara yang melanggar aturan lalu lintas. Operasi akan berlangsung selama dua pekan, mulai 14 hingga 27 Juli 2026, dengan fokus utama pada penertiban pelanggaran yang paling sering menyebabkan kecelakaan.

Kasatlantas Polres Magetan, AKP Ade Andini, S.T.K., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pihaknya akan mengedepankan penegakan hukum yang humanis namun tetap tegas terhadap pelanggaran yang membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

> “Kami menemukan bahwa sebagian besar kecelakaan lalu lintas berawal dari kelalaian pengendara. Salah satunya adalah kebiasaan menggunakan handphone saat mengemudi. Ini menjadi perhatian serius kami dalam Operasi Patuh Semeru kali ini,” ujar AKP Ade Andini.

Tak Hanya Teguran, Penilangan Elektronik dan Manual Siap Diterapkan

Dalam Operasi Patuh kali ini, Satlantas Polres Magetan akan mengombinasikan metode penindakan dengan sistem tilang manual maupun Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Titik-titik rawan pelanggaran seperti jalan protokol, kawasan pendidikan, pasar, dan tempat wisata akan menjadi fokus pemantauan.

Pelanggaran yang akan ditindak secara langsung di antaranya:

Mengemudi sambil menggunakan handphone

Tidak memakai helm SNI atau sabuk pengaman

Melanggar marka dan rambu lalu lintas

Berkendara ugal-ugalan

Penggunaan knalpot brong

Mengemudi tanpa kelengkapan surat kendaraan

Pengendara di bawah umur

> “Kami tidak hanya ingin memberi efek jera, tetapi juga ingin membangun budaya sadar hukum dan keselamatan di jalan raya,” kata AKP Ade.

Kampanye Keselamatan Diperkuat dengan Edukasi dan Media Sosial

Selain penindakan, Satlantas Polres Magetan juga telah menggiatkan kampanye keselamatan melalui media sosial, radio lokal, serta edukasi langsung ke sekolah-sekolah dan komunitas. Sosialisasi pentingnya menaati peraturan lalu lintas ditujukan untuk semua kalangan, terutama generasi muda yang rentan melakukan pelanggaran.

Kepatuhan Bukan Sekadar Takut Ditilang, Tapi Kesadaran Akan Nyawa

AKP Ade Andini menekankan bahwa operasi ini tidak boleh dimaknai hanya sebagai penertiban sesaat. Ia berharap pengendara memiliki kesadaran intrinsik akan pentingnya keselamatan diri dan orang lain di jalan.

> “Kalau kita pegang HP saat berkendara, hanya butuh satu detik lengah untuk kehilangan kendali. Jangan korbankan nyawa hanya demi membalas pesan,” tambahnya dengan tegas

Harapan dan Seruan: Jadilah Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

Di akhir pernyataannya, Kasatlantas mengajak seluruh elemen masyarakat — baik pengguna jalan, pelajar, komunitas otomotif, maupun instansi terkait — untuk menjadi bagian dari gerakan keselamatan berlalu lintas.

> “Operasi Patuh Semeru bukan sekadar agenda tahunan, tapi bagian dari tanggung jawab moral kita bersama untuk menciptakan jalanan yang aman. Jadilah pelopor keselamatan, jadilah teladan di jalan,” pungkas AKP Ade Andini.(kurnia)