
Madiun , ramahpublik. Com— Upaya mewujudkan swasembada pangan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Madiun melalui berbagai strategi, salah satunya optimalisasi lahan Perhutani untuk sektor pertanian. Program ini mendapat perhatian serius dari Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Ir. Soedjiono, MT, yang menekankan pentingnya inovasi serta pendampingan kepada petani di kawasan lahan tadah hujan.
Salah satu wilayah yang terus mengembangkan program tersebut adalah Kecamatan Kare. Melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sekaligus Koordinator Penyuluh Kecamatan Kare di BPP Kecamatan Kare Desa Kuwiran Kecamatan Kare Kabupaten Madiun, Agung Setiyonugroho, berbagai upaya dilakukan agar lahan Perhutani dapat dimanfaatkan secara optimal dengan komoditas yang sesuai kondisi lingkungan, Kamis (4/12/2025)
Lahan Tadah Hujan, Padi Gogo & Jagung Jadi Andalan
Agung menjelaskan bahwa sebagian besar lahan Perhutani di Kecamatan Kare merupakan lahan tadah hujan. Kondisi ini membuat petugas penyuluh harus mengarahkan petani pada komoditas yang membutuhkan sedikit air.
“Kami memotivasi petani memaksimalkan lahan dengan menanam padi gogo dan jagung. Kedua komoditas ini lebih tahan pada kondisi minim air,” jelas Agung.

Saat ini, luas tanaman padi gogo masih terbatas, yakni sekitar ±4 hektare, sementara tanaman jagung berkembang pesat hingga ±760 hektare. Ia memperkirakan angka tersebut akan terus bertambah karena masih ada petani yang belum memulai masa tanam.
Tantangan Hama: Ulat Grayak dan Tikus
Meski pertumbuhan komoditas jagung cukup baik, petani masih menghadapi kendala serangan hama ulat grayak dan tikus. Agung menegaskan bahwa penyuluh tidak tinggal diam dan terus memberikan pendampingan langsung.
> “Kami aktif melakukan penyuluhan, turun langsung ke lahan, sekaligus menyalurkan bantuan pestisida. Penanganan sejak dini sangat menentukan keberhasilan panen,” ujar Agung.
Penguatan Hortikultura yang Semakin Beragam
Selain tanaman pangan, Kecamatan Kare juga memiliki potensi hortikultura yang cukup besar. Berbagai komoditas seperti bawang merah, kentang, wortel, daun bawang, dan tanaman sayuran lain terus dikembangkan oleh petani.
Namun, produksi hortikultura saat ini mengalami tantangan karena cuaca ekstrem yang memengaruhi kualitas dan kuantitas hasil panen. Suhu yang tidak stabil dan curah hujan yang tinggi menyebabkan tanaman mudah terserang hama ulat serta penyakit jamur.
Agung bersama tim penyuluh rutin melakukan identifikasi langsung ke lapangan untuk mengetahui jenis serangan hama yang terjadi, sehingga rekomendasi pengendalian dapat diberikan secara tepat.
> “Kami memberikan saran teknis, masukan budidaya, dan bantuan pestisida yang disesuaikan dengan jenis serangan. Perhatian dan respon cepat sangat diperlukan untuk menjaga produktivitas petani,” ujarnya.
Dengan pendampingan yang konsisten, program optimalisasi lahan Perhutani di Kecamatan Kare diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan daerah serta membawa dampak positif pada kesejahteraan petani.
Penyuluh Pertanian Kecamatan Kare, Agung Setiyonugroho, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu menyebabkan tanaman lebih rentan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).
Hortikultura Kare Terus Berkembang, Namun Tertekan Cuaca
Wilayah Kare dikenal memiliki beragam komoditas hortikultura, seperti wortel, kentang, bawang merah, bawang daun, serta komoditas sayuran lainnya. Keberagaman ini menjadi kekuatan sektor pertanian setempat, namun cuaca ekstrem belakangan ini menyebabkan petani mengalami kerugian akibat penurunan kualitas dan hasil panen.
> “Tanaman hortikultura sekarang banyak yang terserang ulat dan jamur. Cuaca lembap memicu perkembangan OPT lebih cepat,” jelas Agung.
Serangan hama ulat yang memakan daun serta penyakit jamur yang menyerang batang dan umbi membuat tanaman mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi ini mengharuskan petugas penyuluh bergerak lebih cepat dan intens.
Pendampingan Lapangan Diperkuat
Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, tim penyuluh pertanian memperkuat program pendampingan lapangan. Pemeriksaan rutin ke lahan-lahan petani dilakukan untuk memastikan deteksi dini serangan OPT.
> “Kami turun ke lapangan untuk mengidentifikasi hama dan penyakit, lalu memberikan saran dan rekomendasi yang tepat. Selain itu, kami juga membantu petani dengan penyaluran pestisida sesuai jenis serangannya,” ujar Agung.
Kehadiran penyuluh di tengah petani membuat proses pengendalian lebih efektif karena petani mendapatkan arahan langsung terkait teknik budidaya, penggunaan pestisida yang tepat, hingga langkah pencegahan untuk musim tanam berikutnya.
Dinas Pertanian Dukung Penuh Upaya Penyuluh.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Ir. Soedjiono, MT, memberikan apresiasi terhadap kerja keras para penyuluh di Kecamatan Kare yang terus aktif mendampingi petani meski dalam kondisi cuaca yang sulit.
Program penguatan pendampingan ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Soedjiono menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung kebutuhan sarana produksi petani, termasuk bantuan pestisida, benih, dan pelatihan teknis budidaya.
Perkembangan Tanaman Pangan Masih Positif
Meski hortikultura tengah menghadapi tekanan cuaca, perkembangan tanaman pangan di lahan Perhutani menunjukkan hasil positif. Komoditas jagung telah tertanam mencapai ±760 hektare, sementara padi gogo sudah memasuki ±4 hektare.
Agung optimistis bahwa angka tersebut dapat terus meningkat seiring upaya motivasi kepada petani agar memanfaatkan lahan secara maksimal.
> “Tanaman seperti jagung dan padi gogo cocok untuk lahan tadah hujan di Kare. Kami terus memberi motivasi dan pendampingan agar produktivitas petani meningkat,” ujarnya
Dengan sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani, Kecamatan Kare diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi pertanian meski berada dalam tekanan cuaca ekstrem dan serangan hama.(Kurnia/Adv)






