Polres Ngawi Edukasi Pemilik Cafe, Pelajar Diimbau Tak Nongkrong Malam Hari

Polres Ngawi Edukasi Pemilik Cafe, Pelajar Diimbau Tak Nongkrong Malam Hari

Ngawi — Polres Ngawi Polda Jatim melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) bersama Satpol PP Kabupaten Ngawi menggelar kegiatan penyuluhan dan imbauan kepada pemilik cafe serta pengunjung, khususnya pelajar.

 

Kegiatan yang dilaksanakan malam hari tersebut menyasar sejumlah tempat nongkrong, yakni Migunani Koffie, The Real Coffe and Eatery, Warkop Mutiara, serta Floe Coffe and Space.

 

Petugas memberikan edukasi kepada para pemilik cafe agar turut berperan menjaga ketertiban lingkungan, khususnya dengan memperhatikan keberadaan pelajar yang masih mengenakan seragam dan berada di cafe pada malam hari.

 

Kepada para pelajar, petugas juga menyampaikan imbauan secara humanis agar tidak beraktivitas atau nongkrong hingga larut malam, terlebih masih mengenakan seragam sekolah. Para pelajar diingatkan untuk segera pulang dan beristirahat agar dapat mengikuti kegiatan belajar di sekolah dengan baik keesokan harinya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada Surat Edaran Bupati Ngawi sebagai bagian dari upaya bersama dalam menjaga ketertiban dan menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif bagi masyarakat.

 

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kasatbinmas AKP Agus Purwanto, S.E., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif dan edukatif yang dilakukan secara humanis.

 

“Kami mengajak para pemilik cafe untuk bersama-sama menjaga ketertiban dengan tidak membiarkan pelajar yang masih berseragam nongkrong pada malam hari. Kepada para pelajar, kami mengimbau agar lebih mengutamakan belajar, beristirahat dan menjaga diri, sehingga dapat mengikuti kegiatan sekolah dengan baik,” ujar AKP Agus Purwanto, saat dikonfirmasi Jumat (9/10/2026)

 

Ia menambahkan, Polres Ngawi akan terus membangun sinergi dengan Satpol PP, pemilik usaha, sekolah, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan ramah bagi anak-anak serta pelajar.

 

“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Tujuannya bukan untuk membatasi ruang anak-anak, tetapi memastikan mereka berada di tempat dan waktu yang tepat serta terhindar dari potensi gangguan kamtibmas,” pungkasnya.

 

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman dan tertib. Pemilik cafe maupun para pelajar yang ditemui juga memberikan respons positif terhadap imbauan yang disampaikan petugas.