Ketua PGRI Magetan, ” HUT ke-80 PGRI Jadi Momentum Penguatan Profesionalisme Guru di Magetan”

Sundarto Kepala PGRI Magetan (Kiri) Bersama Bupati Magetan Hj.Nanik Sumantri saat upacara HUT PGRI Ke-80

Magetan, ramahpublik.com– Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kabupaten Magetan berlangsung khidmat melalui Apel Besar yang digelar di Alun-alun Magetan, Selasa (23/12/2025). Ribuan guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut bersama jajaran pengurus PGRI dari seluruh kecamatan.

Apel Besar ini dipimpin langsung oleh Bupati Magetan, Nanik Sumantri, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, Bupati menyampaikan apresiasi atas peran strategis PGRI dan seluruh guru dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Magetan.
Menurut Bupati, usia ke-80 PGRI menjadi tonggak sejarah panjang perjuangan guru dalam dunia pendidikan nasional.

Ia menegaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks, seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan karakter generasi peserta didik 

“Guru adalah pilar utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, guru tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu menjadi pembimbing karakter dan teladan bagi peserta didik,” ujar Bupati.

Bupati menekankan pentingnya sinergitas antara Pemerintah Daerah dan PGRI dalam mewujudkan pendidikan yang merata dan berkemajuan. Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak dapat dicapai secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi kuat dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, organisasi profesi, maupun masyarakat.


Ia juga menyoroti kebutuhan transformasi digital di sektor pendidikan. Perkembangan teknologi yang begitu pesat dinilai harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas guru agar pembelajaran tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan zaman.

“Guru sekarang tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Sudah zamannya digital. Guru harus adaptif, inovatif, dan melek teknologi agar mampu mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Magetan berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai program, di antaranya penguatan kompetensi guru, inovasi pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi digital di lingkungan sekolah. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada masa depan.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Magetan, Sundarto, menyampaikan bahwa peringatan HUT PGRI ke-80 merupakan momentum penting bagi para guru untuk melakukan refleksi dan evaluasi diri. Ia menilai bahwa saat ini tantangan utama profesi guru bukan lagi berkaitan dengan kesejahteraan atau status kepegawaian, melainkan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman.

Sundarto mengungkapkan bahwa kesejahteraan guru di Magetan menunjukkan peningkatan signifikan. Hampir seluruh guru, termasuk yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), telah memperoleh sertifikasi pendidik sebagai bentuk pengakuan profesionalitas.
“Untuk kesejahteraan, hampir semua guru sudah sertifikasi. Tinggal beberapa saja yang belum. Ini patut kita syukuri bersama,” ungkapnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan kesejahteraan harus sejalan dengan peningkatan kualitas dan kinerja guru. Guru dituntut untuk terus belajar, mengembangkan kompetensi, serta mampu bersaing di era digital tanpa terjebak di zona nyaman.
“Guru harus terus mengembangkan diri, mengikuti perkembangan teknologi, dan tidak boleh merasa puas dengan kondisi saat ini,” tegas Sundarto.

Usai apel, kegiatan peringatan HUT ke-80 PGRI Kabupaten Magetan dilanjutkan dengan pengukuhan Bunda Guru PGRI Magetan serta Sarasehan HUT ke-80 PGRI. Rangkaian acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Magetan dan dihadiri unsur Forkopimda, pejabat organisasi perangkat daerah, serta perwakilan insan pendidikan.

Melalui peringatan ini, PGRI Kabupaten Magetan berharap dapat terus memperkuat peran guru sebagai ujung tombak pembangunan pendidikan, sekaligus mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.(Kurnia/Adv)